Hubungan Antara Pemakaian Kartu Kredit Dengan Perilaku Konsumtif Masyarakat.

Saat ini, pemakaian kartu kredit sebagai alat transaksi pembelanjaan mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, atau bahkan ada diantara kita yang juga merupakan pengguna kartu kredit. Namun sebelum jauh membahas tentang alat transaksi yang sangat praktis ini, pertama – tama, kami akan terlebih dulu membahas dan memperkenalkan kembali tentang kartu kredit.

Pengertian Kartu Kredit

                        Menurut Expert Dictionary : kartu yang dikeluarkan oleh pihak bank dan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang dibutuhkannya secara hutang

Sejarah Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit sebagai alat transaksi ternyata sudah dikenal semenjak lebih dari 67 tahun yang lalu, namun muatan teknologi tinggin baru muncul sekitar decade 1970-an.

Pada saat itu pertama kali muncul mesim ATM yang menandakan bahwa transaksi perbankan mulai didukung oleh teknologi secara on – line selama 24 jam.

Berikut ini sejarah perkembangan layanan kartu kredit yang ada di dunia :

  • Tahun 1924, Konsep penggunaan kartu dalam transaksi perbankan telah mulai diperkenalkan. Beberapa tahun kemudian metode pemakaian kartu ini diikuti oleh 100 buah bank di seluruh dunia.
  • Tahun 1950, Dinners Club dan American Express menjadi kartu yang menggunakan plastik pertama.
  • Tahun 1958, American Express menawarkan kartu untuk pasar travel dan entertainment.
  • Tahun 1966, Bank of Amerika menawarkan lisensi Kartu Amerika Bank ke bank – bank lain untuk membuat kartu pembayaran.
  • Tahun 1969, ATM (Automatic Teller Machine) pertama muncul di Inggris.
  • Tahun 1970, Ide pembuatan kartu kredit diterima secara luas.
  • Tahun 1977, Bank Americard memberi lisensi kartu kredit yang dipusatkan bersama secara resmi dibawah nama Visa.

Tahun 1995, Lebih dari 90 persen transaksi perbankan di Amerika dilakukan secara elektronik

Kemudahan yang ditawarkan kartu kredit

Kartu kredit telah mengobah konsep berbelanja kebanyakan orang, yang dulunya kita harus memegang uang dengan nilai tertentu bila ingin berbelanja, dan limit berbelanja, tergantung pada seberapa banyak uang yang kita gunakan, kini dengan kartu kredit, tak perlu lagi membawa lembaran uang, yang kita butuhkan hanyalah sekeping kartu dan juga fasilitas penunjangnya yang saat ini sudah tersedia bahkan di hamper semua gerai perbelanjaan. Limit belanja-pun tak lagi terbatas dengan uang yang kita bawa, atau bahkan uang yang kita miliki saat ini, konsep kredit menjadikan pemegangnya dapat melakukan transaksi secara hutang, dengan limit yang mungkin lebih besar dari keseluruhan uang yang dia miliki sekarang. Bahkan dengan jenis kartu kredit Platinum, kita dapat melakukan transaksi dengan limit tak terbatas.

Penggunaan Kartu Kredit dan sifat Konsumtif

Segala kemudahan yang ditawarkan oleh penggunaan kartu kredit membuat penggunanya merasa leluasa dalam berbelanja. Peminat kartu kreddit-pun makin meluas, tercatat pada Juni 2011, pengguna kartu kredit di Indonesia mencapai  126,47 juta dengan jumlah transaksi 152,31 kali.

Namun hal ini memicu perilaku konsumtif bagi pemegangnya. Pada dasarnya, semakin banyak uang yang beredar di masyarakat, keinginan untuk mengkonsumsi, atau membelanjakan uang juga semakin meningkat. Dengan system yang dditawarkan oleh kartu kredit, uang yang beredar mungkin tidak bertambah , namun   jumlah limit yang ditawarkan membuat penggunanya menganggap jumlah tersebutlah yang mereka miliki untuk dibelanjakan, padahal jika tidak memperkirakan dengan sangat teliti, bisa jadi jumlah limit yang ditawarkan melebihi batas kemampuan kita dalam membayar tagihan kartu kredit.

Dengan anggapan yang seperti telah dikemukakan diatas, pemegang kartu kredit semakin merasa leluasa dalam berbelanja, hal inilah yang menimbulkan munculnya perilaku konsumtif pada masyarakat. Saat kemampuan belanja kita dibatasi oleh jumlah uang yang kita bawa, kita masih memegang control dalam mengatur pengeluaran belanja kita. Namun dengan kartu kredit, kendali atas uang yang kita keluarkan semakin samar. Kita cenderung tertarik untuk membeli barang-barang yang kita suka, karena kita berpikir kita masih mampu membelinya, apalagi dengan promo potongan harga bagi pemegang kartu kredit tertentu.  Dan para konsumen umumnya sangat responsive terhadap insentif yang ditawarkan, hingga tak dipungkiri perilaku konsumtif  sangat  rentan terjadi pada konsumen.

Sikap konsumtif ini nantinya akan memberikan dampak yang lebih buruk lagi bagi pemegangnya, seperti kasus kartu kredit macet yang sering kita dengan. Atau pernahkah anda menonton film “Confession of a shopaholic” yang menceritakan masalah yang dihadapi seorang perempuan yang gila belanja?

Hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh hal-hal seperti berikut :

  1. Konsumen yang menjadikan kartu kredit sebagai sumber pemenuhan hasrat belanja mereka yang biasanya tak dapat terpenuhi dengan uang yang ia miliki
  2. Jumlah kartu kredit yang dimiliki konsumen berlebihan, sehingga melebihi pendapatan atau kemampuan finansial yang ideal
  3. Belum memahami biaya-biaya yang timbul atas penggunaan kart kredit.
  4. Pemegang kartu yang tidak memenuhi persyaratan

Cara Menghindari Perilaku Konsumtif Bagi Pemegang Kartu Kredit

Segala hal negative yang itimbulkan pemakaian kartu kredit sebenarnya tidak akan terjadi bila pengguna kartu kredit memanfaatkan kartu kreddit mereka dengan bijaksana. Berikut adalah tips dalam memanfaatkan kartu krdit secara bijaksana.

1. Pada saat pengajuan aplikasi baru
– Usahakan jangan pernah mengajukan pembuatan kartu kredit melalui agen
(Seperti yang banyak di mal mal, restaurant dan supermarket) walaupun mereka pakai
fasilitas bank tertentu, tetap saja mereka bukan pegawai bank tetapi pegawai
perusahaan agen yang bekerja sama dengan bank tertentu tersebut.
– Kalau mau buat kartu kredit diusahakan agar datang langsung ke Bank/Lembaga
Keuangan penerbit kartu kredit ke divisi card center nya (Kartu Kredit) atau minimal ke
cabang bank tersebut.
– Jangan hanya melihat iuran tahunan yang gratis saja untuk tahun pertama, sehingga
tahun berikutnya tutup kartu dan mencari lagi yang gratis iuran tahunan lagi.
Disini sangat rawan data anda bocor ke orang lain.Karena kita tidak tahu oknum
dari suatu institusi yang nakal.
– Kredit limit diusahakan adalah maksimal 1/2 dari Take Home Pay kita (Yg ideal
pinjaman adalah 1/3 penghasilan kita), bila terlalu tinggi minta turun limit saja, daripada
susah bayarnya.

2. Pada saat sudah memiliki Kartu Kredit
– Usahakan selalu untuk membayar lunas keseluruhan tagihan sebelum jatuh tempo,
sehingga anda terhindar dari biaya dan bunga yang cukup tinggi
– Rate bunga kartu credit selalu diatas bunga pinjaman lainnya karena kartu kredit
adalah pinjaman tanpa agunan, biasanya persentase rate adalah perbulan, sehingga
anda harus mengalikan dengan 12 untuk mengetahui rate setahunnya.
– Perhitungan bunga kartu kredit adalah sejak dari kita transaksi atau pengambilan tunai
sudah berjalan bunganya, namun kalau kita bayar lunas (Full Payment) sebelum jatuh
tempo maka kita dibebaskan bunga.
– Jangan pernah menginformasikan data yang ada di kartu kredit kita kepada orang lain,
termasuk saudara dekat, baik nomer kartu, masa berlaku, nama yang tercetak di kartu,
dan lain sebagainya. Waspada terhadap marketing via phone (Tele marketing) yang
mengatakan seolah olah dari Bank penerbit kartu dan ada kerjasama dengan mereka
baik asuransi, hotel, club, dsbnya ingat itu cuman trik mereka, dan jangan pernah kasih
tahu nomer kartu anda ke mereka !!! serta data data lainnya termasuk Bank penerbit
kartunya.
– Diusahakan pada saat menggesek kartu kedit, kasir menggesek di depan kita, biasa
terjadi khususnya di restaurant kartu kita dibawa dulu ke kasir baru mereka yang gesek
tanpa kehadiran kita, nah hal ini sebisa mungkin di hindari. Selalu gesek di hadapan
kita.
– Jangan pernah memesan barang via internet dengan menyebutkan kartu kredit kita,
Hindari cara pembelanjaan model begini terlebih lagi bila transaksi diWarnet dan di
perusahaan yang tidak dapat dipercayai (Tidak Bonafid)
– Periksa selalu kartu kredit anda, bila hilang segera lapor ke Bank Penerbit kartu untuk
menghindari penyalah gunaan.
– Jangan berprilaku konsumtif, merasa punya kartu kredit bisa di cicil dan ingat tagihan
tetap harus anda bayar, jangan memberatkan anda sendiri
– Punya kartu kredit jaman sekarang bukan suatu kemewahan dan prestise, jadi ngak
perlu punya kartu kredit berderet, saran saya cukup 1 dari Visa dan 1 lagi dari Master
Card dengan dua penerbit yang berbeda, yang memberikan benefit yang paling banyak
dan bagus. Misalnya diskon di supermarket sekian persen, diskon makan sekian
persen, dsbnya

Penggunakan kartu kredit bukanlah larangan bagi para konsumen, namun penting bagi kita untuk mengetahui apa saja keuntungan dan kerugian yang ditimbulkan, oleh karena itu, bijaksanalah dala setiap pengambilan keputusan.

Searches :

http://hukumperbankan.blogspot.com/2008/12/sejarah-dan-pengertian-kartu-kredit.html

http://www.lintasberita.com/Dunia/Keuangan/mengenal-kartu-kredit

http://www.lintasberita.com/story/title/Kartu_Kredit_dan_Permasalahannya

http://artikel-manajemen.blogspot.com/2010/03/perilaku-konsumen-kartu-kredit.html

http://bisnis.vivanews.com/news/read/262391-berapa-pengguna-kartu-kredit-di-indonesia-

Perekonomian Indonesia di Tahun 20112

Menginjak tahun 2012 ini, tentunya ada banyak harapan – harapan baru yang muncul. Mulai dari harapan terhadap diri sendiri (lulus kuliah, menikah, ingin punya bisnis sendiri, dan laiannya) sampai pada harapan terhadap negara Indonesia. tahun 2011 nampaknya tidak bisa dibilang berjalan mulus, khususnya pada masalah perekonomian.

Namun ada secercah harapan yang kembali muncul pada tahun 2012 ini,.

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan meski akan mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 masih cukup tinggi dan diperkirakan bisa mencapai 6,0 persen.

    “Perlambatan ekonomi global akan mempengaruhi pertumbuhan Indonesia, meski melambat, ekonomi Indonesia diperkirakan bisa sampai 6,0 persen,” kata Fauzi dalam acara Economic Briefing 2012 di Jakarta, Kamis.

     dikutip dari : http://www.pajak.go.id/content/ekonomi-indonesia-2012-akan-tumbuh-60-persen

hal tersebut setidaknya, memberikan angin segar pada khususnya pelaku bisnis di Indonessia. Tidak dapat dipungkiri bahwa estimasi positif terhadap perekonomian juga akan memberi motivasi bagi para pelaku perekonomian. hal – hal seperti inilah yang nantinya akan meningkatkan minat dalam membuka peluang bisnis, terutama pada usaha micro kecil menengah.

selain itu, Menko, Hatta Rajasa juga mengatakan kepada pers di Jakarta, Sabtu di sela-sela acara persiapan pergantian tahun menegaskan ada tiga hal yang harus menjadi prioritas pemerintah untuk perbaikan ekonomi dalam negeri. Menko berharap upaya perbaikan ekonomi tersebut mendapat dukungan seluruh kalangan.

Hatta menjelaskan, “Ada tiga yang paling penting yang harus kita jaga, yang pertama bagaimana kita selalu membuat stabilisasi pokok pangan kita dan ketersediannya cukup, pangan adalah menjadi sesuatu yang sangat penting karena di situ adalah berkaitan langsung dengan kemiskinan, berkait langsung dengan hajat hidup orang banyak, yang kedua bagaimana kita mengelola energi karena itu akan berkaitan dengan industri, berkaitan dengan biaya-biaya transport dan sebagainya, yang ketiga yang tidak kalah penting adalah infrastruktur, fighting kita di 2012 adalah infrastruktur” (dikutip dari : http://www.voanews.com/indonesian/news/Infrastruktur-dan-Korupsi-Hambatan-Utama-Ekonomi-Indonesia-136529318.html

Menanggapi pernyataan Menko, saya sangat setuju dengan pernytaan tersebut. Point pertama, masalah pangan. Pangan merupakan hal paling krusial dalam setiap aspek kehidupan, juga termasuk dalam perekonomian. kebutuhan akan pangan yang tidak dapat ditolerir, mengharuskan setiap orang untuk dengan segala cara mencari penghasilan untuk mengganjal perut mereka, karena ini masalah melanjutkanhidup. Kenyataan ini yang nantinya akan menjadi dasar dari hampir setiap hal yang dilakukan manusia. untuk apa mereka bekerja? paling tidak untuk mencari makan? untuk apa mereka mengejar ilmu setinggi-tingginya? untuk meaih kemapanan hidup, dan makan enak setiap hari menurut saya adalah salah satu jenis kemapanan yang paling umum. Masalah pangan ini juga yang mendasarkan orang bertindak kriminal.

point kedua, masalah pengolahan energi. bayak orang yang mengira, bahwa harta dan kekayaan adalah hal yang patut mereka pertahankan untuk diwariskan kepada anak – cucunya kelak. Namun mereka kurang sadar bahwa dibalik segala harta yang melimpah, kesadaran dalam menjaga sumber energi yang ada merupakan sumbangan paling besar dari generasi sekarang ini kepada generasi selanjutnya, karena seperti yang Menko katakan, hal ini menyangkut industri.

Masalah yang terakhir masalah transportasi, masalah yang sepertinya tidak pernah berhenti menjadi “masalah” di Indonesia, terutama Jakarta. Sebagai ibukota, sekaligus tempat mencari penghasilan bagi sebagian besar penduduk Indonesia, Jakarta sudah mencapai titik dimana mobilisasi menjadi sangat penting.

Dengan adanya harapan baru di tahun yang baru ini, semoga kita juga mempunyai semangat baru dalam mengisi tahun bagi Indonesia.

Selamat tahun baru, good luck untuk Indonesia :)

Dampak Sosial pada Pengguna Black Berry

     Sekarang ini, makin banyak pengguna Blackberry ataupun smartphone lainnya yang kita lihat. pengguna smartphone tentu mempunyai alasan masing masing dalam memutuskan memakai smartphone. Blackberry, sebagai smartphone dengan peningkatan pengguna setiap tahunnya.

    Blackberry  memang memberikan kemudahan bagi penggunanya, terutama dalam hal berkomunikasi dan berbagi data. segala kemudahan itu membuat para pengguna Blackberry terbuai dan kadang terenyuh dalam asiknya ber-blackberry. Kadang kita sampai mengacuhkan pembicaraan karena sedang asik membalas chat pada Bleackberry Massanger, Membaca tweet orang-orang, ataupun sekedar mengecek e-mail yang masuk.

     kemudahan bersosialisasi yang kita dapatkan dalam menggunakan Blackberry ini, justru membuat kita terlihat anti – sosial di kehidupan nyata. Tak jarang kita menemukan sekelompok orang yang sedang berkumpul, namun frekuensi mereka berbicara lebih rendah dibanding dengan memelototi Blackberrynya masing – masing.

pengguna blackberry

 apakah ini bentuk sosialisasi pada era sekarang? mengacuhkan orang yang ada di hadapan kita, sedangkan mata, pikiran dan fokus kita ada pada orang yang entah ada dimana. Padahal sosialisasi secara langsung masih merupakan bentuk sosialisasi yang paling ampuh. Dan apa yang kita lakukan sekarang, kelak juga akan diikuti oleh generasi berikutnya. bayangkan, bila perilaku ini tetap menjadi kebiasaan di generasi – generasi selanjutnya, apa yang akan terjadi dengan sistem sosialisasi di dunia ini?

     Hal ini juga cenderung menimbulkan kecemburuan sosial, mereka yang bukan pengguna blackberry karena faktor finansial (bukan karena selera) akan cenderung iri, yang kemudian mereka akan menghamburkan uangnya untuk sesuatu yang mungkin sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan. Padahal, dibalik kecanggihannya, Blackberry memberikan pengaruh buruk bagi penggunanyan

    Di balik kemudahan yang diberikan, Blackberry berisiko melemahkan daya konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking)cenderung membuat seseorang kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke hal lain.

“Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi, akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting dengan cepat”, kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore

dikutip dari : http://mediaonlinenews.com/kesehatan/berbagai-dampak-buruk-blackberry

oleh karena itu, ada baiknya kita mengurangi tingkat ketergantungan kita ada smartphone. bersosialisasilah dengan baik, karena teman terbaik adalah teman yang ada di samping kita bukan yang ada pada chat yang sedang kita lakukan.be a wise socialers

referensi :

http://mediaonlinenews.com/tag/dampak-negatif-blackberry

photos taken from Google