Cyberlaw Di Indonesia

PENGANTAR

 

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tentunya kita tak asing lagi dengan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari banyak macamnya. Mulai dari penggantian tenaga manusia ke tenaga mesin, komputerisasi di segala aspek kehidupan, dan pengambilan serta pemanfaatan informasi dari internet.

Pada bahasan kali ini, kita akan menitikberatkan pembicaraan pada jenis pemanfaatan teknologi yang ketiga, yaitu yang berhubungan dengan seluruh kegiatan yang ada di dunia maya.

Sebagai sisi positif yang ditawarkan dari internet dalam kehidupan kita salah satuya adalah, memungkinkan kita mengerjakan sesuatu tanpa terbatas ruang dan waktu. Namun tak jarang pemanfaatan internet kadang kala dapat merugikan kita sebagai penikmat jasa internet ini. Oleh karena itu, perlu adanya suatu standard yang mengatur kebebasan dan pemanfaatan fasilitas di dunia maya. Cyberlaw merupakan solusi dari ketidakpastian hukum di dunia maya. Apa itu cyberlaw serta bagaimana implementasinya di Indonesia akan kita bahas berikut ini.

 

APA ITU CYBERLAW?

 

Cyberlaw, bila kita artikan secara harafiah berasal dari kata cyberspace law, yang berarti hukum dunia maya. Yaitu suatu aspek hukum yang mengatur setiap aspek yang berhubungan dengan individu atau subjek yang menggunakan atau memanfaatkan teknologi dunia maya. Pada umumnya cyberlaw diasosiasikan dan dipublikasikan di internet.

Cyberlaw merupakan hukum yang tidak dapat disamakan dengan hukum yang berlaku di dunia nyata. Hal itu dapat terjadi mengingat aplikasi internet sendiri yang menerobos batas wilayah dan waktu. Dalam hukum yang ada di dunnia nyata, penyelesaian masalah hukum ditangani oleh badan hukum pada wilayah dimana kasus tersebut terjadi. Sedangkan dalam masalah hukum di dunia maya, tidak ada kejelasan tentang hukum yang ditetapkan pada sebuah kasus Cybercrime. Seperti misalnya seorang Hacker yang berkewargan A, meng-Hack sebuah situs pada negara B, dan kejadian ini dilakukan di negara C. Kita yang awam hukum tentunya akan mempertanyakan, hukum di negara mana yang akan dipakai.

Dari sudut pandang itulah, muncul pemikiran, bahwa harus ada suatu landasan hukum yang mengatur segala hal yang menyangjut pemakaian dan pemanfaatan dunia maya.

Penggunaan cyberlaw si Indonesia sendiri mungkin masih belum bisa dibilang berjalan dengan mulus. Mengingat belum adanya penyebaran yang merata dalam penggunaan internet di Indoneisa. Bagi kta yang hidup di kota-ota besar di Indonesia mungkin sudah tidak gagap lagi akan keberadaan internet itu sendiri, tapi di daerah-daerah di luar kota besar, penggunaan internet masih awam dimanfaatkan.

Namun begitu masih sangat diperlukan penggunaan Cyberlaw di Indonesia mengingat  pengguna perkembangan internet di Indonesia mengalami percepatan yang sangat tinggi serta memiliki jumlah pelanggan atau pihak yang mempergunakan jaringan internet terus meningkat sejak paruh tahun 90’an. Karena salah satu indikator untuk melihat apakah suatu aplikasi hukum yang menyangkut tentang penggunaan internet dibutuhkan di suatu negara adalah dengan melihat banyaknya perusahaan yang menjadi provider untuk pengguna jasa internet di Indonesia. Berikut adalah daftar perusahaan penyedia jasa internet atau Internet Service Provider (ISP) di Indonesia :

o       PT Netto Cyber (http://www.velo.net.id)

o       First Media (http://www.firstmedia.com)

o       Indosat (http://www.indosat.net.id)

o       Indonet (http://www.indo.net.id)

o       Orion Cyber Internet (http://www.orion.net.id)

o       TelkomSpeedy (http://ww/telkomspeedy.com)

o       DLL.

Perusahaan-perusahaan yang memberikan jasa provider di Indonesian baik secara sadar atau tidak merupakan pihak yang berperanan sangat penting dalam memajukan perkembangan Cyber Law di Indonesia dimana fungsi-fungsi yang mereka lakukan seperti :
·    Perjanjian aplikasi rekening bagi pelanggan internet
·    Perjanjian pembuatan desain home page komersial
·    Perjanjian reseller penempatan data-data di internet server
·    Penawaran-penawaran penjualan produk-produk komersial melalui internet
·    Pemberian informasi yang di-update setiap hari oleh home page komersial
·    Pemberian pendapat atau polling online melalui internet

 

PENTINGKAH CYBERLAW DI INDONESIA ?

 

Mengingat banyaknya perusahaan pemberi jasa layanan internet di Indonesia yang bertambah menandakan bahwa penggunaan internet makin diminati baik di kalangan individu ataupun suatu organisasi, hal ini membawa kita untuk menegaskan poin pertama kia tentang pentingkah cyberlaw di Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut harus diperhatikan komponen utama yang meng-cover persoalan yang ada di dalam dunai maya tersebut, yaitu :
·    Yurisdiksi hukum dan aspek-aspek terkait.
Komponen ini menganalisa dan menentukan keberlakuan hukum yang berlaku dan diterapkan di dalam dunia maya itu.
·    Landasan penggunaan internet yang dipakai sebagai media untuk melakukan kebebasan berpendapat yang berhubungan dengan tanggung jawab pihak yang menyampaikan, aspek accountability, tangung jawab dalam memberikan jasa online dan penyedia jasa internet (internet provider), serta tanggung jawab hukum bagi penyedia jasa pendidikan melalui jaringan internet.
·    Aspek hak milik intelektual di mana didalamnya terdapat beberapa aspek tentang hak patent, merek dagang rahasia yang diterapkan, serta berlaku di dalam dunia cyber.
·    Aspek kerahasiaan yang dijamin oleh ketentuan hukum yang berlaku di masing-masing yurisdiksi negara asal dari pihak yang mempergunakan atau memanfaatkan dunia maya sebagai bagian dari sistem atau mekanisme jasa yang mereka lakukan.
·    Aspek hukum yang menjamin keamanan dari setiap pengguna dari internet.
·    Ketentuan hukum yang memformulasikan aspek kepemilikan didalam internet sebagai bagian dari pada nilai investasi yang dapat dihitung sesuai dengan prinisip-prinsip keuangan atau akuntansi.
·    Aspek hukum yang memberikan legalisasi atas internet sebagai bagian dari perdagangan atau bisnis usaha.

 

Dari aspek-aspek yang telah dijabarkan diatas, dapat kita lihat bahwa banyak aspek yang menangkut kegiatan yang sudah dilakukan secara masal di Indonesia, dan sebagai pengguna layanan internet,  ada kiranya kita menaruh perhatian pada aplikasi Cyberlaw di Indonesia, karena keterbatasan hukum untuk menangani perubahan yang berkembang saat ini.

 

CYBERCRIME

Perkembangan internet di Indonesia tampaknya sudah mulai menjelajah ke berbagai sektor di negara ini. Bukan hanya untuk hiburan semata, internet kini sudah dimanfaatkan untuk menjalankan sektor bisnis. Sudah banyak belakangan ini kita mendengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT, ataupun menjalankan perusahaannya dengan memanfaatkan fasilitas internet.

Bukan hanya di bidang ekonomi, bidang broadcast-pun kini telah disemarakkan dengan penggunaan internet. Kini tak perlu repot-repot mengikuti casting untuk dapat “memajang“ wajah kita ke publik. Cukup dengan merekamnya di kamera, dan meng-upload ke media-media yang tersedia, kita sudah dapat mengakses dunia hiburan dengan satu langkah mudah. Ada beberapa artis-artis dadakan yang terkenal lewat media internet seperti yang sedang terkenal sekarang ini, Justin Bieber, Cherish ataupun di Indonesia kita sudah sangat kenal dengan Sinta dan Jojo.

Namun semakin banyaknya hal-hal yang dapat kita lakukan melalui internet, terdapat pula kejahatan-kejahatan yang dapat menimpa kita. Kejahatan semacam itu sering disebut sebagai Cybercrime

Cybercrime sering diidentikkan sebagai computer crime. The U.S. Department of Justice memberikan pengertian Computer Crime sebagai: “… any illegal act requiring knowledge of Computer technology for its perpetration, investigation, or prosecution”. Pengertian lainnya diberikan oleh Organization of European Community Development, yaitu: “any illegal, unethical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”. Andi Hamzah dalam bukunya “Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer” (1989) mengartikan cybercrime sebagai kejahatan di bidang komputer secara umum dapat diartikan sebagai penggunaan komputer secara ilegal. Sedangkan menurut Eoghan Casey “Cybercrime is used throughout this text to refer to any crime that involves computer and networks, including crimes that do not rely heavily on computer“.

Berikut adalah contoh kasus Cybercrime di Indonesia

 

Pencurian dan penggunaan account Internet

 

Pada sebuah ISP, salah satu hal yang menjadi masalah mereka adalah, adanya account pelanggan mereka yang digunakan secara tidak sah. Pada kasus pencurian account internet ini, berbeda keadaannya seperti pada pencurian secara fisik. Dalam hal ini, korban tidak mengetahui secara langsung bahwa mereka kecurian, karena yang dicuri hanya data berupa user id dan password saja. Mereka baru merasakan efeknya bila informasi yang dicuri digunakan oleh pihak-pihak yang tidak mempunyai hak. Dampak dari kasus ini biasanya merupakan beban biaya penggunaan account. Kasus seperti ini banyak terjadi pada Internet Service Provider. Dan yang pernah menguak ke media adalah penggunaan account curian oleh dua warnet di daerah Bandung.

Pembajakan situs web .

Salah satu kejahatan yang sering dilakukan para cracker adalah malakukan deface. Apa itu deface? Deface adalah kegiatan mengganti ataupun hanya merubah tampilan suatu web dengan memanfaatkan kelemahan dari situs itu sendiri. Prosesnya sendiri dilakukan dengan memanfaatkan hole yang terdapat pada server tempat situs itu berada.

Probing dan port scanning

Salah satu langkah yang harus dilakukan cracker  untuk masuk ke server yang menjadi terget mereka adalah dengan cara mengintai situs tersebut. Pengintaian dilakukan dengan melakukan port scanning atau probing untuk melihat servis apa saja yang tersedia di server target. Sebagai contoh, hasil scanning dapat menunjukkan bahwa server target menjalankan program web server Apache, mail server Sendmail, dan seterusnya. Analogi hal ini dengan dunia nyata adalah dengan melihat-lihat apakah pintu rumah anda terkunci, merek kunci yang digunakan, jendela mana yang terbuka, apakah pagar terkunci (menggunakan firewall atau tidak) dan seterusnya. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan pencurian atau penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah mencurigakan. Apakah hal ini dapat ditolerir (dikatakan sebagai tidak bersahabat atau unfriendly saja). Berbagai program yang digunakan untuk melakukan probing atau portscanning ini dapat diperoleh secara gratis di Internet. Salah satu program yang paling populer adalah “nmap” (untuk sistem yang berbasis UNIX, Linux) dan “Superscan” (untuk sistem yang berbasis Microsoft Windows). Selain mengidentifikasi port, nmap juga bahkan dapat mengidentifikasi jenis operating system yang digunakan.

Virus

Virus adalah aplikasi atau program pada komputer yang bisa merusak program suatu komputer ataupun data-data yang tersimpan pada komputer tersebut. Sama halnya dengan pengertian virus secara biologis, virus komputer juga merusak siostem dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel suatu makhluk hidup yang menjadi inangnya. Penyebaran umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya. Kasus virus ini sudah cukup banyak seperti virus Mellisa, I love you, dan SirCam.

Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack

DoS attack merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial. Bagaimana status dari DoS attack ini? Bayangkan bila seseorang dapat membuat ATM bank menjadi tidak berfungsi. Akibatnya nasabah bank tidak dapat melakukan transaksi dan bank (serta nasabah) dapat mengalami kerugian finansial. DoS attack dapat ditujukan kepada server (komputer) dan juga dapat ditargetkan kepada jaringan (menghabiskan bandwidth). Tools untuk melakukan hal ini banyak tersebar di Internet. DDoS attack meningkatkan serangan ini dengan melakukannya dari berberapa (puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan) komputer secara serentak. Efek yang dihasilkan lebih dahsyat dari DoS attack saja.

Kejahatan yang berhubungan dengan nama domain

Nama domain (domain name) digunakan untuk mengidentifikasi perusahaan dan merek dagang. Namun banyak orang yang mencoba menarik keuntungan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya dengan harga yang lebih mahal. Pekerjaan ini mirip dengan calo karcis. Istilah yang sering digunakan adalah cybersquatting. Masalah lain adalah menggunakan nama domain saingan perusahaan untuk merugikan perusahaan lain. (Kasus: mustika-ratu.com) Kejahatan lain yang berhubungan dengan nama domain adalah membuat “domain plesetan”, yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain. (Seperti kasus klikbca.com) Istilah yang digunakan saat ini adalah typosquatting.

IDCERT ( Indonesia Computer Emergency Response Team)

Salah satu cara untuk mempermudah penanganan masalah keamanan adalah dengan membuat sebuah unit untuk melaporkan kasus keamanan. Masalah keamanan ini di luar negeri mulai dikenali dengan munculnya “sendmail worm” (sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT). Semenjak itu di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT merupakan CERT Indonesia .

Sertifikasi perangkat security

Perangkat yang digunakan untuk menanggulangi keamanan semestinya memiliki peringkat kualitas. Perangkat yang digunakan untuk keperluan pribadi tentunya berbeda dengan perangkat yang digunakan untuk keperluan militer. Namun sampai saat ini belum ada institusi yang menangani masalah evaluasi perangkat keamanan di Indonesia. Di Korea hal ini ditangani oleh Korea Information Security Agency.

TANGGAPAN TERHADAP CYBERCRIME DI INDONESIA

Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi berbasis IT, tentunya kita tidak bisa menutup mata akan keberadaan cyberlaw di Indonesia. Karena kita tentunya sebagai generasi yang hidup di masa yang sangat membutuhkan dukungan dunia maya dalam berbagai kegiatannya, kita seringkali mengabaikan pentingnya keamanan dalam menggunakan aplikasi yang terdapat di dunia maya. Seperti contoh kesilnya, sering terjadi percek-cokan karena tulisan ataupun statment yang dipublikasikan di dunia maya. Sebagai orang yang sudah tidak awam tentang keberadaan dunia maya. Kita seharusnya sadar, bahwa ada kode etik di dunia maya yang walaupun tidak secara tertulis, namun harus kita perhatikan baik-baik. Karena dalam dunia maya, orang dapat mengakses dan mengetahui apa yang kita tulis. Karena memang itulah salah satu kegunaan cyber space. Untuk berbagi informasi tanpa mengenal jarak dan waktu.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memperhatikan aturan-aturan dan cara aman bermain di dunia maya.

  1. Jangan menggunakan kata-kata yang berbau SARA, mengejek, menjelekkan , menghina, atau merugikan pihak-pihak lain.
  2. Hindari perbuatan yang berbau plagiarisme. Apabila kita ingin mempublikasikan tulisan ataupun segala sesuatunya yang mempunyai hak cipta, penting bagi kita untuk mencantumkan dari mana kita mendapatkan sumber sebagai referensi.
  3. Terus update sistem antivirus di komputer pribadi
  4. Hindari memindahkan data dengan media flashdisk dari warnet atau komputer lain yang belum terpercaya keamanannya.
  5. Jangan lupa untuk selalu me-log out setiap akun yang kita miliki yang pernah kita buka di komputer selain komputer pribadi, atau untuk amannya jangan lupa pula melogout akun walaupun kita menggunakan komputer pribadi

The Ten Commandement of Computer Ethics, atau terjemahan lepasnya 10 Perintah Etika berkomputer berisi :

  1. Jangan menggunakan komputer untuk merugikan orang lain
  2. Jangan melanggar atau mengganggu hak atau karya komputer orang lain
  3. Jangan memata-matai file-file yang bukan haknya
  4. Jangan menggunakan komputer untuk mencuri
  5. Jangan menggunakan komputer untuk memberikan kesaksian palsu
  6. Jangan menduplikasi atau menggunakan software tanpa membayar
  7. Jangan menggunakan sumberdaya komputer orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan
  8. Jangan mencuri kekayaan intelektual orang lain
  9. Pertimbangkan konsekuensi dari program yang dibuat atau sistem komputer yang dirancang
  10. Selalu mempertimbangkan dan menaruh respek terhadap sesama saat menggunakan komputer

Jangan lupa, cybercrime juga dapat terjadi pada sektor ekonomi seperti hal komputerisasi mesin ATM ataupun online shop. Tentunya kita masih ingat peristiwa pembobolan sejumlah ATM bank yang melahap uang nasabah. Berikut adalah cara aman melakukan transaksi elektronik.

Untuk melakukan belanja online yang aman dan nyaman, berikut tip dan trik yang disarikan detikINET dari Privacyrights, Selasa (22/1/2008).

1. Lakukan Transaksi di Situs yang Terbukti Keamanannya

Situs bisa disebut aman jika memakai teknologi enkripsi untuk mentransfer informasi dari komputer pengguna ke komputer penjual. Dengan enkripsi, informasi penting seperti nomor kartu kredit bisa diamankan dengan kode tertentu untuk mencegah pencurian.

Indikasi situs yang aman salah satunya adalah Anda harus melihat ‘https:/” di alamat situs. Adanya ‘s’ di sini berarti situs tersebut bisa dikategorikan cukup aman. Biasanya, tanda ‘s’ ini tak akan muncul sampai Anda mengakses halaman order barang dalam situs.

2. Selidiki Reputasi Situs

Situs e-commerce terpercaya setidaknya menyertakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk pelayanan konsumen atau untuk memesan barang. Cari tahu juga bagaimana reputasi perusahaan dalam melayani konsumennya, misalnya dengan mencari informasinya lewat Google. Jika kebetulan Anda baru pertama kali membeli lewat situs, pesan barang yang murah terlebih dahulu untuk mengamati apakah situs tersebut bisa dipercaya.

3. Baca Kebijakan Privasi dan Keamanan Situs

Setiap situs e -commerce terpercaya punya informasi tentang bagaimana sebuah transaksi perdagangan akan diproses dalam kebijakan privasi dan keamanannya. Perhatikan seksama informasi ini agar Anda tidak dirugikan. Meski demikian, tak bisa dijamin kebijakan ini selalu diberlakukan dengan baik. Karena itu, selalu berhati-hatilah dalam bertransaksi.

4. Cari Cara Transaksi Teraman

Pilihlah cara transaksi yang aman. Direkomendasikan untuk memakai kartu kredit saja daripada model-model transaksi lainnya.

5. Hanya Tulis Data yang Diperlukan

Ketika memesan barang, terdapat informasi pribadi yang harus disertakan seperti nama dan alamat Anda. Seringkali Anda diminta memberi informasi lainnya seperti pendapatan bulanan yang bisa disalahgunakan, misalnya untuk mengirimkan spam. Karena itu, pastikan Anda hanya menuliskan data yang diperlukan saja dalam proses transaksi. Ingat selalu bahwa pencurian data pribadi marak di internet.

6. Jaga Baik-baik Password Anda

Beberapa situs mengharuskan pengguna login dengan password sebelum memesan barang. Jaga baik-baik kerahasiaannya dan gunakan password yang sukar teridentifikasi.

7. Print Pesanan Anda

Direkomendasikan untuk mencetak halaman situs yang mengkonfirmasi seluruh hal mengenai pesanan Anda seperti harga barang, informasi produk atau nomor pesanan. Demikian juga dengan informasi yang dianggap penting seperti Kebijakan Keamanan Perusahaan. Hal ini untuk berjaga-jaga dari kemungkinan penipuan.

8. Perhatikan Bagaimana Cara Pesanan Anda akan Dikirimkan

Biasanya, barang Anda dijanjikan akan datang dalam periode waktu tertentu. Perhatikan informasi bagaimana cara perusahaan menangani kendala jarak atau masalah pembayaran pengantaran barang. Perhatikan pula apakah barang Anda digaransi atau bisa dikembalikan jika terdapat cacat. Jika terdapat hal-hal yang mencurigakan atau tidak masuk akal, Anda bisa mempertimbangkan untuk beralih ke situs e-commerce yang lain.  ( fyk / dwn )

Dan bagi yang sering menggunakan kartu atm dalam perbelanjaan sehari-hari, juga harus memperhatikan keamanan penggunaan kartu ATM mengingat banyaknya nasabah yang dirugikan oleh aksi pembobolan mesin ATM, berikut beberapa data kerugian yang dialami nasabah.

BCA: 200 nasabah dibobol dengan kerugian sekitar Rp 5 miliar

BNI: 19 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 200 juta

BRI: 3 nasabah dengan kerugian sekitar Rp 48,5 juta.

Berikut beberapa tips aman menggunakan kartu ATM.

  1. Bila pada ATM yang anda kunjungi ada kotak brosur, anda perlu waspada pada kotak  brosur yang mungkin menempel/di dekat ATM karena kotak brosur itu bisa jadi digunakan sebagai kamuflase untuk menutupi kamera tersembunyi untuk merekam gerakan jemari Anda menekan nomor PIN. Perekaman gerakan jari dalam menekan pin menjadi penyebab utama pembobolan ATM.

 

  1. Jika di sekitar rumah anda tersedia mesin ATM, biasakanlah menggunakan mesin ATM yang terdekat dengan kediaman/kantor Anda tersebut. Hal ini dimaksudkna supaya Anda familiar bagaimana mengoperasikannya dan mengetahui dengan cepat bila ada kejanggalan.

 

 

  1. Usahakan menggunakan ATM konfensional, ATM drive-through adalah target bagus untuk pencuri identitas karena pengemudi seringkali merasa terburu-buru dengan pengantre lainnya sehingga tidak memberi perhatian lebih.

 

  1. ATM teraman adalah yang berada di dalam bank atau toko yang ramai orang-orang dan juga dijaga security yang berwenang. Namun Anda tetap harus hati-hati dalam memasukkan pin Anda, karena bisa jadi saat lengah ada orang yang sengaja melihat pin anda.

 

  1. Waspadalah bila ATM mengaku “rusak/out of order” sehingga uang tak bisa keluar, padahal Anda telah memasukkan kartu dan telah memasukkan PIN.

 

  1. Ingat selalu nomor call centre bank anda, bila anda mengalami kehilangan atau kartu ATM anda tertelan ke dalam mesin ATM, segera hubungin call centre untuk memblokir kartu anda.

 

UPAYA PEMERINTAH DALAM MENEGAKKAN CYBERLAW

 

Kita juga harus menghargai upaya pemerintah dalam menangani cybercrime di Indonesia, kembali lagi ke permasalahan cyberlaw di Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa pemerintah telah membentuk ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure), dan UU ITE yang baru disahkan menjadi UU No.11/2008.

Dalam pembahasannya, UU ITE mencantumkan, apakah yang dimaksud dengan :

  • Informasi elektronik
  • Transaksi elektronik
  • Teknologi informasi
  • Sertifikat elektronik
  • Dan pengertian lain yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan informasi elektronik

 

Dalam UU ITE, kita dapat melihat bahwa sebagai pelaku kegiatan elektronik, kita mendapatkan perlindungan hidup yang pasti.

Oleh karena itu, setelah menyadari bahwa Negara kita mendukung kepastian hokum akan hal-hal yang terjadi di dunia maya, sebagai pihak yang memanfaatkannya, tentunya kita juga harus sadar bahwa dalam kegiatan yang kita lakukan di dunia maya, kita terikat hokum yang mengatur, maka sudah sebaiknya kita dapat memahami dan melaksanakan apa saja yang telah diatur. Hal ini kembali lagi, adalah sebagai sarana agar sebagai pengguna jasa internet dan layanan elektronik lainnya, kita mendapatkan kenyamanan dan rasa aman. Apabila UU ITE ini dijalankan dengan kondusif, maka kita tak perlu khawatir lagi akan kejahatan-kejahatan dunia maya yang mengancam kita sewaktu-waktu. Dan hal ini juga sebagai alarm bagi kita untuk berhati-hati dalam mengakses segala sesuatu yang menggunakan atau memanfaatkan jasa internet.

 

PENUTUPAN

 

Demikianlah tulisan tentang Cyberlaw di Indonesia ini dibuat, semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari apa yang telah dipaparkan tadi. Dan Sekali lagi, semoga kita dapat mengimplementasikan teori tadi di kehidupan sehari-hari.

DAFTAR REFERENSI

 

http ://www.cert.or.id/~budi/articles/cyberlaw.html

http://cyberlaw.wordpress.com/

http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=89&Itemid=9

http://keamananinternet.tripod.com/pengertian-definisi-cybercrime.html

http://www.diskusiwebhosting.com/direktori/daftar-jasa-internet-ISP-indonesia.php

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=DEFINISI%20PENGERTIAN%20DAN%20JENIS-JENIS%20CYBERCRIME%20BERIKUT%20MODUS%20OPERANDINYA&&nomorurut_artikel=353

Deface Website – Via URL – Windows Version

Etika Dunia Maya (Cyberworld Ethics)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s