Rendahnya Ketegasan Hukum di Indonesia

Dahulu kita sering mendengar bahwa negara kita adalah negara hukum. Apa pun yang kita lakukan harus mempunyai landasan hukum.

namun masih pantaskah negara kita ini disebut negara hukum apabila penerapan hukum yang ada di negeri ini bisa dibilang sangat minim akan ketegasan?

mungkin sudah mulai menguap dari ingatan kita tentang Artalyta Suryani, terdakwa kasus penyuapan hakim urip tri gunawan yang mandapatkan fasilitas layaknya kamar hotel pada masa pidananya. Bahkan sempat terdengar kabar bahwa dia diperbolehkan keluar penjara untuk meminpin rapat dan membawa bawahannya ke dalam penjara. ada juga terpidana pengedar narkoba yang mendapat fasilitas karaoke dan tv flat dalam ruangannya.

Atau mungkin yang belum lama ini terdengar tentang joki napi. dalam kasus ini, demi mendapatkan imbalan sebesar 10 juta rupiah, seorang perempuan bernama karni rela menukar kebebasannya dan bersedia menggantikan Kasiem di Lapas Bojonegoro. Kasus ini selain mencengangkan kita karena segi ketidaktegasan hukum, juga mencekat leher kita dari segi kerendahan moral masyarakat Indonesia. sepertinya materi sudah merupakan hal yang paling diutamakan di negara ini, sampai-sampai ada saja orang yang mau enukar udara bebas demi uang 10 juta rupiah.

atau juga Anda masih dibuat ksal dengan pemberitaan tentang acara jalan-jalan Gayus Tambunan ke Macau dan Kuala Lumpur, setelah sebelumnya Gayus juga pernah tertangkap kamera sedang menyaksikan pertandingan tenis di Bali?

makin jelas sekarang bahwa sepertinya uang dapat membeli segalanya di negara ini terutama pada kasus ini adalah kebebasan. Semakin terlihat pula kesimpulan bahwa, semakin banyak uang yang kita miliki, semakin rendah ikatan hukum yang menjerat kita. Kasus-kasus diatas membuktikan bahwa sudah sepatutnya kita prihatin akan moral hukum di negara kita. Mungkin kita tidak perlu jauh-jauh menilik kasus-kasus besar yang sudah dibawa ke pengadilan, coba saja kita lihat ke jalan, masih banyak kita menemui keurangan-kecurangan yang dlakukan para oknum pnegak hukum.

jika ini terus berlanjut, maka kita patut bereaksi, dan mempertanyakan kembali, “Apakah benar negara kita adalah negara hukum?”

referensi :

http://www.detiknews.com/read/2011/01/05/172238/1539965/10/dpr-minta-satgas-buka-semua-data-terkait-kepergian-gayus-ke-macau

http://kaskus-us.blogspot.com/2010/01/foto-penjara-mewah-artalyta-suryani.html

http://kaskus-us.blogspot.com/2010/01/foto-penjara-mewah-artalyta-suryani.html

http://www.google.co.id/search?hl=id&source=hp&biw=994&bih=600&q=gayus+nonton+tenis&aq=5&aqi=g10&aql=&oq=gayus+&gs_rfai=&emsg=NCSR&noj=1&ei=mVQkTdmtC8rwrQeP06iZDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s