Lab Internet Dasar Gunadarma

Waktu pertama kali mendengar bahwa pada smester 2 saya mendapat jadwal praktikum Internet Dasar, yang pertama kali terpikir dalam pikiran saya adalah? Membahas tentang apakah praktikum ini? Apakah membahas mengenai perkembangan internet, atau bagaimana caranya untuk membuat suatu jaringan internet? Masih belum ada bayangan tentang bagaimana materi yang akan diberikan di lab internet dasar ini. Saya sudah terburu-buru pesimis apakah bisa mendapat nilai yang memuaskan di lab yang satu ini karena beranggapan bahwa materinya sulit.
Saat mengetahui bahwa praktikumnya dibagi menjadi 2 shift, saya juga masih merasa heran, karena tidak biasanya praktikum dibagi menjadi 2 shift. Terus terang saya kurang menikmati pembagian shift tersebut, apalagi saya termasuk praktikan pada sesi kedua, yang berarti harus menunggu lebih lama.
Namun setelah melaksanakan praktikum Internet dasar selama 2 kali pertemuan, kekhawatiran saya akan materi yang sulit pun hilang. Karena ternyata materi yang diberikan harus kita browse sendiri melalui internet.
Di labolatorium internet dasar, kita harus mencari sendiri melalui internet, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh tutor, lalu menjawabnya. Dan tutor akan membetulkan atau menambahi atau menanggapi jawaban kita.
Awalnya memang terasa ganjil dengan cara praktikum seperti itu. “kenapa harus praktikum di labolatorium kalau materinya bisa kita cari di internet? Toh semua orang juga bisa melakukannya tanpa harus ke labolatorim internet?“ itu pemikiran saya pertama kali. Namun setelah dipikir-pikir, ada tujuan yang tersirat yang bisa kita ambil dari cara praktikum tadi.
Dengan mencari sendiri jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh tutor-tutor yang ada, kita dilatih untuk tidak hanya bisa menerima teori yang diberikan dan menerimanya mentah-mentah. Dengan mencari sendiri jawaban atas pertanyaan yang diberikan, dan menjawabnya dengan bahasa yang kita kuasai (bukan bahasa yang kaku, yang biasanya malah membuat bingung) kita dibiasakan untuk berusaha mencari problem solving atas suatu masalah. Serta dilatih untuk berimprofisasi dalam menjawab pertanyaan.
Cara diatas merupakan cara yang efektif untuk melatih kemandirian para mahasiswa. Karena sebagai mahasiswa, tentunya kemandirian adalah hal yang paling membedakan antara mahasiswa dengan siswa. Kemandirian inilah yang ingin dieksplore dengan cara mencari sendiri jawaban atas pertanyaan.
Kita juga diajarkan untuk lebih dekat dengan teknologi internet, baik itu asal mulanya, perkebangannya, dan apa perannya serta kerugiannya bagi masyarakat, karena sebagai mahasiswa yang mandiri, tentunya kita tidak boleh hanya menerima jadi suatu inovasi, tapi juga bagaimana inovasi tersebut bisa diciptakan, apa kelebihan dan kekurangannya, sehingga ada manfaat lebih yang dapat kita peroleh dari inovasi tersebut.
Bukan hanya itu, tutor juga memberikan beberapa hal yang awlnya tidak kami ketahui dalam internet. Baik itu tentang cara kerja suatu jaringan komputer, cara-cara cepat browsing internet, ataupun untuk mempublikasikan halaman web yang kita miliki.
Saya juga menyadari bahwa saya salah bila menganggap semua orang sudah mahir tentang internet, karena ada beberapa orang yang mungkin berasal dari daerah yang masih jarang menggunakan internet di kehidupan mereka sehari-hari, yang masih sangat terbatas pengetahuannya tentang internet. Jadi praktikum di labolatorium internet dasar ini sungguh penting bagi mereka yang belum akrab dengan internet, serta sebagian dari ita yang sudah sangat berteman dengan internet, untuk lebih mengenal lagi segala sesuatunya tentang internet. Karena memang tidak bisa dipungkiri, internet sangat membantu dan sangat dibutuhkan dalam pekerjaan sehari-hari, baik di sekolah, pekerjaan, ataupun di rumah-rumah.
Mengenai tutor dan asisten labolatorium di labolatorium internet dasar, jujur saya belum bisa menilai lebih jauh, karena sangat disayangkan, kuantitas praktikum yang hanya 3 kali pertemuan (2 kali pertemuan untuk membahas materi dan 1 kali pertemuan untuk ujian) yang membuat saya dan mungkin praktikan yang lain tidak mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih jauh tentang para tutor dan asisten labolatorium. Namun sejauh ini, tutor yang menjelaskan materi sudah cukup jelas dalam menyampaikan materi. Walaupun kadang maih terlalu cepat dalam menjelaskan materi dan kurang komunikatif dengan para praktikan.
Kalau boleh saya menyampaikan usul, mungkin untuk ke depan ada asisten labolatorium yang membantu tutor untuk membimbing para praktikan, karena kami para praktikan terkadang merasa kesulitan untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh tutor.
Mengenai ruangandan juga komputer yang tersedia, saya mempunyai beberapa keluhan. Terus terang ruang labolatorium internet dasar terasa sangat panas, mungkin pihak labolatorium bisa melapor ke bagian yang berwenang untuk memperbaiki pendingin ruangan karena menurut saya dan beberapa praktikan lain, ruangan panas merusak konsentrasi praktikan. Bila komputer yang tersedia bisa digunakan keseluruhannya, maka akan mnemperlancar kinerja para praktikan, karena ada beberapa praktikan yang terpaksa harus berbagi komputer dengan praktikan lain karena komputernya tidak dapat beroperasi.
Mengenai komputer yang tersedia juga masih kurang memuaskan kondisinya. Komputer yang tersedia memang banyak, namun hanya beberapa yang bisa digunakan. Komputer yang masih bisa digunakan pun sangat lambat bekerja, sehingga menghambat para praktikan dalam mencari jawaban.
Labolatorium internet dasar juga mempunyai blog yang dapat dijadikan forum ataupun penyampaian informasi penting yang berhubungan dengan praktikum di labolatorium internet dasar. Dari segi materi, blog ini cukup memberikan banyak infoprmasi, mungkin perlu lebih dipercantik tampilannya agar bisa menambah atensi para praktikan.
Namun secara keseluruhan labolatorium internet dasar cukup menyenangkan dan menumbang banyak informasi kepada para praktikannya. Apalagi sebagai mahasiswa pada era globalisasi sekarang, kita diharuskan mengenal lebih jauh tentang teknologi internet, karena memang internet memberikan banyak manfaat bagi kita pelajar, baik dalam urusan akademis maupun non akademis.
Demikianlah tadi pendapat saya mengenai labolatoorium internet dasar. Tulisan diatas bukan untuk men-judge ataupun memberi suatu kesan untuk labolatorium internet dasar, namun hanya sekedar berbagi pandangan tentang bagaimana dan seperti apa labolatorium internet dasar, mohon maaf apa ada kalimat yang tidak berkenan dihati, semoga post ini dapat memberikan sedikit info tentang labolatorium internet dasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s