PERTIMBANGAN KONSUMEN DALAM MEMBELI SEPATU TERTENTU

PERTIMBANGAN KONSUMEN DALAM MEMBELI MERK SEPATU TERTENTU 

 

 

Oleh : Sari Dewi

16210381

 

 

 

 

 

 

 

Bab 1

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang Masalah

            Saat ini, nilai kegunaan suatu barang bukan lagi menjadi satu-satunya factor mengapa masyarakat mengkonsumsi produk tertentu. Kini nilai-nilai atribut, yang melengkapi produk tersebut (seperti prastise dan) yang kini menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk tertentu.

            Selain itu, perilaku hedonisme yang marak belakangn ini juga ikut andil dalam perannya menggeser nilai-nilai dasar suatu produk. Beberapa masyarakat kini bukan lagi membeli suatu produk karena kebutuhan, tapi melainkan karena pemuasan akan kebutuhan belanja dirinya sendiri.Barang-barang yang mulai bergeser kegunaan dasarnya identic dengan barang-barang yang sering digunakan pada tubuh, barang-barang elektronik, dan juga barang-barang yang termasuk dalam kategori kebutuhan tersier.

            Untuk kategori barang primer, sepatu sepertinya merupakan barang yang tidak terlalu tampak, karena dari kegunaannya sendiri sebagai alas kaki, membuatnya terletak pada blind spot dari penglihatan orang lain. Namun saat ini, sepatu sepertinya mengambil peranan penting dalam hal berpakaian, apalagi dengan semakin meningkatnya ketertarikan masyarakat pada dunia mode, atribut yang melengkapi pakaian, yang pada kasus ini adalah sepatu, menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

Melihat dari sejarahnya, Para ahli sejarah memperkirakan bahwa sepatu pertama kali dibuat pada zaman Es atau sekitar 5 juta tahun lalu. Sepatu itu dibuat dari kulit hewan. Sepatu primitif (kuno) dalam jumlah besar pernah ditemukan di pedalaman Missouri, Amerika Serikat (AS). Diperkirakan sepatu itu berasal dari 8000 Sebelum Masehi (SM). Sepatu lainnya juga pernah ditemukan di pegunungan Prancis dan kemungkinan berasal dari 3300

Selain dari kulit binatang, ada juga sepatu yang terbuat dari rumput atau semak. Gunanya, untuk melindungi kaki dari teriknya sinar matahari atau dinginnya suhu. Selain di Missouri, ditemukan juga alas kaki yang berasal dari peradaban Mesir Kuno, Viking, dan China kuno. Alas kaki yang berasal dari Mesir Kuno, berhiaskan gambar yang sangat indah. Alas kaki tersebut merupakan milik raja Mesir. Alas kaki pada saat itu digunakan untuk menunjukkan status sosial penggunanya. Di zaman itu, hanya para bangsawan

Masyarakat Yunani Kuno juga memiliki alas kaki yang sangat menunjang kegiatan mereka sehari-hari. Sepatu mereka memiliki banyak tali yang diikat di sekeliling betis. Tentara Romawi Kuno juga memiliki sepatu yang sangat khas. Sepatu ini disebut caligae. Saat para tentara Romawi kembali dari peperangan dan menang,

            Dan dengan perkembangan zaman, sepatu, layaknya busana yang dikenakan, dijadikan penunjuk kelas sosial bagi pemakainya.

1.2 Rumusan Masalah

            Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka permasalahan yang akan dibahas adalah

  • Apa yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih merk sepatu

1.3 Tujuan Penulisan

            Tujuan dari penulisan ini sendiri adala, sebagai berikut :

  • Mengetahui factor apa saja yang dijadikan landasan konsumen dalam membeli memilih merk sepatu
  • Mencari tahu, merk sepatu apa saja yang memenuhi pertimbangan masyarakat
  • Menganalisis tentang ada atau tidaknya hubungan dari sepatu yang dipakai dengan rasa percaya diri dan pembuktian diri seseorang.

1.4 Landasan Teori

            1.4.1    Perilaku konsumen

                        Perilaku konsumen adalah proes dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

            1.4.2    Tahapan-tahapan dalam menentukan pilihan

            Dalam menentukan pilihan, konsumen tidak serta merta memilihnya secara cepat, ada beberapa tahapan yang secara umum dilakukan konsumen dalam memutuskan bran apa yang menjadi produk pilihannya, yaitu sebagai berikut :

  1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk berdasarkan masalah, ataupun kebutuhannya.  
  2. Pencarian informasi (information source). Setelah mengetahgui masalah ataupun kebutuhannya, akan ada reaksi berupa pencarian info dalam rangka menyelesaikan permasalahan. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
  3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
  4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
  5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.

               1.4.3    Hal-hal yang mempengaruhi pilihan konsumen

Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:

  1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
  3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
  4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

 

 

 

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

            Berbagai merk sepatu kini sering kita lihat di berbagai media-media periklanan, baik merk sepatu yang memang mengeluarkan produknya sendiri, atau dari mother brand yang mengeluarkan produk sepatu. Jenisnya-pun bermacam-macam, dari sepatu sport, sepatu formal dan sepatu-sepatu yang menawarkan tampilan yang menarik dan modis. Media-media periklanan juga semakin menarik minat pembeli, melalui iklan-iklan yang menarik.

             Apalagi dengan semakin marak dan majunya perkembangan industri fashion di Indonesia, kesesuaian tiap aksesoris yang dipakai dengan pakaian yang digunakan semakin menarik untuk diperhatikan. berbagai merk sepatu pun semakin marak menunjukkan eksistensinya. dari merk sepatu yang menawarkan harga terjangkau, model yang fashionable dan kenyamanan yang meyakinkan.

            Lalu apakah yang menjadi dasar preferensi masyarakat dalam memilih sepatu?

            Untuk menjawabnya, penulis melakukan riset sederhanya terhadap 6 mahasiswa Gunadarma depok dan 6 mahasiswi Gunadarma. Responden dari kelompok wanita terdiri dari 6 orang, yaitu (daftar responden) ke-enamnya merupakan teman penulis dan semuanya merupakan mahasiswa mahasiswa.

Responden 1 (Hesti)

            “Beli sepatu yang penting, lucu di kaki, itu termasuk juga pada pantas atau tidaknya sepatu yang mau kita beli sama kaki kita. Kenyamanan juga jadi factor penting, kalau untuk merk apa yang jadi favorit jujur bagi aku, itu gak begitu berpengaruh sama keteertarikan untuk beli sepatu”

Responden 2 (Tulus)

            “Kalau gue, dalam beli sepatu yang penting model sama harganya, merk gak begitu jadi pertimbangan, kalo modelnya lucu dan harganya juga oke, pasti jadi pilihan utama”

Responden 3 (Nindi)

            “Karena gue pendek, jadi gue selalu pilih sepatu hells, wedges, pokoknya yang bikin gue keliatan lebih tinggi, untuk nentuin sepatu yang mana yang mau dibeli, gue ngeliat dari modelnya, harus yang glamour, tapi juga harus nyaman. Tapi harganya juga harus sesuai sama kantong, kalo untuk brand sepatu yang kira-kira oke, gue lebih prefer ke Charles and Keith.

Responden 4(Julius)

            “Pokoknya, milih sepatu yang penting murah, dan enak diliat, merk gak terlalu penting”

Resonden 5 (Gerry)

            “Gak terlalu pusing milih, yang penting enak diliat, harga terjangkau. Merk yang peling enak buat dipakai menurut gue converse”

Responden 6 (rifky)

            “pertama liat model .trus , harga,kedua element itu sangat penting

 

 

BAB 3

PENUTUPAN

 

KESIMPULAN

Dari ke enam responden diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, dalam memilih sepatu, model, kelayakan dan harga adalah hal yang paling penting dalam menentukan sepatu mana yang akan dibeli. Faktor model dan kelayakan menjadi penting untuk diperhatikan, karena dari peran sepatu sendiri yang merupakan pelengkap pakaian, keserasian antara sepatu, pakaian da pemakainya, merupakan kesatuan yang penting untuk diperhatikan.

Faktor kenyamanan juga menjadi penting, karena letaknya yang langsung kontak dengan bagian tubuh, membuat kenyamanan dalam memakai sepatu juga mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan kaki si pemakai. Untuk hal ini, merk sepatu sepintas menjaadi tolak ukur kenyamanan sepatu yang dipakai, namun tidak semua koresponden mementingkan merk sepatu yang mereka pakai, karena biasnya sepatu brand terkenal, mahal harganya.

Inilah yang merupakan factor penentu. factor harga merupakan penentu, apakah konsumen akan membeli merk sepatu tertentu atau tidak, karena, bila modelnya sudah bagus, pas dan nyaman dipakai, namun bila harganya tidak terjangkau untuk ukuran kantong mahasiswa, maka biasanya mereka akan urung untuk membeli brand sepatu tersebut.

Pada akhirnya, dapat kita simpulkan, bahwa perilaku konsumen dalam menentukan sepatu yang akan dibeli, bermacam-macam, factor model, kenyamanan dan kemodisan sepatu menjadi factor-faktor yang menarik perhatian konsumen, namun senagai konsumen, mereka juga harus tahu budget line masing-masing pribadi. Oleh karena itu, harga merupakan factor penentu konsumen untuk membeli suatu brand sepatu atau tidak.

DAFTAR PUSTAKA

http://sherlly2mich.multiply.com/journal/item/70/Branded_makes_you_more_prestige_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://abdurrahmanadi.wordpress.com/2011/01/19/pasar-konsumen-dan-perilaku-pembelian-konsumen/

http://www.metrogaya.com/home/sejarah-hari-ini/sejarah-sepatu-0

http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s