Paragraf Induktif

Paragraf Induktif

Berdasarkan letak kalimat utama, paragraf dibedakan menjadi dua, yait7u Paragraf Induktif dan Paragraf Deduktif. Berikut akan dijelaskan tentang paragraf Induktif, mulai dari pengertian sampai dengan contoh-contohnya.
Pengertian
Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawa ke; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan ke dalam’. Lebih lanjut istilah induksi dijelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan. Secara singkat, Paragraf Induktif diartikan sebagai paragraf yang kalimat utamanaya berada di akhir paragraf.

Ciri-ciri :
1. Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
2. Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
3. Kesimpulan terdapat di akhir paragraf

Jenis-jenis paragraf Induktif :
a) Generalisasasi
Paragraf Induksi Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili keseluruhan kalimat.
Contoh :
Setelah melakukuan peneliatian, diketahui sebanyak 73 dari 100 mahasiswa Gunadarma Depok telah menganal sepatu merk Abidas, begitu juga dengan mahasiswa Gunadarma Kalimalang, ada sebanyak 68 dari 100 mahasiswa telah mengenal sepatu merk Abidas. Bisa dikatakan sepatu Abidas sebagai merk sepatu baru sudah dikenal oleh sebagian besar mahasiswa Gunadarma.

b) Analogi
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan
Contoh :
Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat

c) Sebab-Akibat
Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh :
Curah hujan yang terjadi pada bulan Januari di daerah jakarta cukup tinggi. Namun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai masih belum terwujud. Belum lagi permasalahan kurangnya daerah resapan air yang akhir-akhir ini makin terkikis dengan berdirinya gedung-gedung megah. Tidak heran memang, jika masalah banjir akan selalu menjadi masalah untuk warga Jakarta.
d) Akibat – Sebab
Paragraf hubungan Akibat – Sebab adalah kalimat yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa yang menjadi akibat, dan kemuadian peristiwa tersebut dianalisis untuk mencari penyebabnya.
Contoh :

e) Sebab – akibat 1 – akibat 2
Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Contoh:
Mulai tanggal 17 Januari 2002, harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, dan lain-lain dinaikkan harganya. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.

Sumber :
http://unknown-mboh.blogspot.com/2012/09/paragraf-deduktif-dan-induktif.html#ixzz2NnILeXrZ
http://vajaz-aljawie.blogspot.com/2011/08/contoh-paragraf-induktif.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Paragraf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s